Skip to main content

Posts

Tahap Perkembangan Kognitif Piaget

Terdapat empat tahap perkembangan kognitif piaget, yaitu: 1. Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun)    Tahap paling awal perkembangan kognitif terjadi pada waktu bayi lahir hingga umur 2 tahun. Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. Pada tahap ini, intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan inderawi anak terhadap lingkungannya, seperti meraba, menjamah, mendengar, membau, dan lain lain. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan, dan dilakukan langkah demi langkah. Aktivitas kognitif terpusat pada aspek alat dria (sensori) dan gerak (motor), artinya dalam tahap ini, anak hanya mampu melakukan pengenalan lingkungan dengan melalui alat drianya dan pergerakannya. Keadaan ini merupakan dasar bagi perkembangan kognitif selanjutnya, aktivitas sensorimotor terbentuk melalui proses penyesuaian struktur fisik sebagai bentuk interaksi dengan lingkungan. 2. Tahap praoperasional (umur 2-7/8 tahun)    Saudara mahasiswa, tahap p
Recent posts

Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990)

Skinner di lahirkan di Susquehanna, Pennylvania. Hal menarik dari teori yang dihasilkan oleh Skinner adalah pandangannya terkait Hukuman atau  punishment. Hukuman terjadi ketika suatu respon menghilangkan sesuatu yang positif dari situasi atau menambahkan sesuatu yang negatif. Atau bahasa mudahnya adalah mencegah pemberian sesuatu yang diharapkan atau memberi sesuatu yang tidak diinginkan. Skinner memiliki kesamaan pandangnan dengan Thorndike mengenai efektivitas hukuman, bahwa hukuman tidak menurunkan probabilitas respon. Walaupun hukuman bisa menekan sesuatu respon selama hukuman itu diterapkan, namun hukuman tidak akan melemahkan kebiasaan. Kesimpulan ini dihasilkan dari serangkaian percobaannya terhadap dua kelompok tikus yang dilatih untuk menekan tuas dalam kotak skinner. Argumen Skinner yang menentang penggunaan hukuman  adalah bahwa hukuman dalam jangka panjang tidak akan efektif. Tampak bahwa hukuman hanya akan menekan menekan perilaku dan ketika ancaman hukuman dihilangk

Belajar Menurut Jhon Broades Watson

Menurut Thorndike belajar merupakan proses interaksi antar stimulus dan respon, akan tetapi stimulus dan respon harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati ( observabel ) dan dapat diukur. Asumsi dasar mengenai tingkah laku menurut teori ini bahwa tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh aturan aturaan yang diramalkan dan dikendalilkan. Toeri yang dikembangkan oleh Watson ialah Conditioning. Toeri ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari koneksionisme. Teori conditioning berkesimpulan bahwa perilaku inidividu dapat dikondisikan. Belajar merupakan suatu upaya untuk mengkondisikan (perangsang) yang berupa pembentukan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. Watson juga percaya bahwa kepribadian seseorang manusia yang terbentuk melalui berbagai macam condotioning dan berbagai macam refleks. Hill (2009) menyatakan tentang penjelasan Watson lainnya mengenai pembelajaran ini bersandar pada dua prinsip: frekuensi (frequency) dan resensi (recency). Prinsip frekuensi menyata

Belajar Menurut Thorndike

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Selain stimulus dan respon, terdapat faktor lain yang menjadi pengaruh dalam toeri Thorndike yaitu penguatan yang dapat memperkuat timbulnya respon. Penguatan ini berupa penguatan positif dan pengatan negatif. Hukum Belajar Menurut Thorndike (Gredler & Margaret, 2009): Hukum Kesiapan ( Law of Readiness ):  Jika seseorang siap melakukan sesuatu, ketika ia melakukannya maka ia puas. Sebaliknya, bila ia tidak jadi melakukannya, maka ia tidak puas. Contohnya, peserta didik yang siap untuk ujian, ketika dilakukan ujian, maka ia akan puas, tetapi apabila ujiannya ditunda, maka ia tidak puas.